Ditangkap: Delapan polisi yang diduga melindungi perjudian online, operasi penipuan

Ditangkap: Delapan polisi yang diduga melindungi perjudian online, operasi penipuan

PUTRAJAYA: Delapan petugas polisi telah ditangkap oleh MACC atas tuduhan melindungi individu yang mengoperasikan perjudian online dan penipuan telepon.

Pimpinannya Datuk Seri Azam Baki mengatakan MACC juga membekukan 730 rekening bank senilai RM80 juta.

Selain itu, uang tunai sebesar RM5 juta disita, bersama dengan 23 mobil mewah termasuk Bentley, Rolls Royce, Porsche, Lamborghini.

"Kami telah menangkap petugas dari lembaga penegak hukum yang kami yakini terlibat dalam memberikan perlindungan kepada mereka yang mengoperasikan perjudian online dan penipuan Makau," katanya dalam wawancara dengan MACC.fm

Selain petugas polisi, 11 penduduk setempat dan seorang warga negara China juga ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan.

Azam mengatakan uang yang disita akan disalurkan ke kas negara, karena itu adalah "uang rakyat".

Pada Rabu (7/10), Wakil Inspektur Jenderal Polisi Datuk Seri Acryl Sani Abdullah Sani membenarkan bahwa dua petinggi CID telah ditahan oleh MACC.

Istilah "penipuan Makau" diciptakan karena diyakini bahwa penipuan telepon itu berasal dari Makau atau korban pertama berasal dari sana. Ini tidak pernah dikonfirmasi.

Penipuan sering kali dimulai dengan panggilan telepon dari seseorang yang berpura-pura menjadi petugas dari bank, lembaga pemerintah, atau penagih utang.

Penipu kemudian akan mengklaim bahwa calon korban berhutang atau memiliki denda yang belum dibayar, seringkali dengan waktu yang sangat singkat kurang dari satu jam, untuk menyelesaikan pembayaran atau menghadapi "konsekuensi yang mengerikan".

Para korban yang tidak menaruh curiga ini kemudian akan diminta melakukan pembayaran untuk membebaskan mereka.

. (tagsToTranslate) Makau scam (t) polisi (t) penangkapan (t) MACC (t) Acryl Sani Abdullah Sani (t) petugas CID (t) Azam Baki